Minggu, 01 November 2009

The Wedding

Hari ini ada sebuah hajatan di perumahanku. Tetanggaku, seorang cewek, menikah. Rumahnya tak jauh dari rumahku, sekitar 3-4 rumah dari rumahku. Maka tak heran kalau suara sound terdengar nyaring di telinga.

" Suaraku kedengeran ?" tanyaku pada pacarku lewat telepon ketika aku meneleponnya pagi ini.

" Denger kok. Kenapa ?" tanyanya kembali.

" Tetanggaku ada yang nikah."

" Oh, gitu. Hm, kita kapan ya yang ?" tanyanya lagi.

" Kan udah tuh tiap malem. Hehe," jawabku sambil tertawa. Dia pun ikut tertawa.

Setelah aku menutup telpon mesra pagi ini, aku pun keluar kamar. Kulihat ibuku berdebat dengan ayahku. Aku mendekati mereka, ingin tahu apa topik yang membuat mereka berdebat.
Ternyata tentang mahar alias mas kawin. Gubrak!

Nggak terlalu peduli tentang topik itu, aku malah asyik duduk sambil nonton di depan TV. Tiba-tiba ibuku mendekatiku.
" Ntar kalo kamu nikah nanti, jangan lupa maharnya segini, segini, segini dan bla bla bla....."

Loh, loh, kok jadi aku yang jadi topiknya ?
" Pokoknya, ntar kalo nikahnya di gedung, pihak cowoknya harus ikut bantu nyewa, dan bla bla bla (lagi dan lebih panjang)..."

Aku hanya mengangguk-angguk dan sedikit-sedikit menelan ludah. Andai orang tuaku tahu aku L, apa masih ada topik tentang pernikahan lagi buatku ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar