Setelah sekian lamanya, akhirnya aku bisa keluar lagi. Susah banget buat keluar rumah, apalagi pergi jalan-jalan sesukaku. Memang, semenjak aku masuk rumah sakit dua kali bulan juni lalu dengan masa opname yang gak tanggung-tanggung hampir sebulan itu, aku memang lebih diawasi. Maksud ‘lebih’ disini adalah lebih, lebih, lebih. Itu karena aslinya kedua orang tuaku adalah orang yang over protektif pada kami (maksudnya adalah anak-anaknya). Dan kata ‘lebih’ yang kuucapkan adalah ungkapan bahwa aku lebih diover proteksi alias sangat, sangat diawasi. Itu seperti ‘hidup segan mati tak mau’ bagiku karena aku adalah anak yang suka main ke sana, ke sini, main ke rumah si dia, main ke rumah yang satu lagi alias aku orang yang nggak betah banget di rumah.
Liburanku hancur total. Niatku untuk magang atau kerja sambilan sirna sudah karena aku harus istirahat total dan ga boleh kecapekan. Aku juga harus di rumah berhari-hari dalam masa liburanku. Tragis. Di waktu aku mempunyai waktu luang untuk main pada waktu liburan ini aku harus berada di rumah. Sendiri karena pacarku bekerja. Ia harus banting tulang bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Sedang temanku banyak yang tak tahu tentang keadaanku. Yah, mungkin ada beberapa dari mereka tahu tapi tak bisa menjengukku karena aku tahu mereka punya kesibukan masing-masing.
Walau aku sedih karena aku sakit, tapi dibalik itu semua aku juga mendapatkan sisi yang lainnya. Aku bisa merasakan hikmah dari apa yang kualami ini. Semenjak aku sakit, pacarku lebih memperhatikanku. Waktu kami untuk bertemu sangat jarang sehingga waktu bagi kami berjumpa sangat berharga sekali. Walau setengah jam, sejam atau dua jam bertemu kami sangat senang.
Seperti hari Selasa kemarin, yaitu saat hari libur kemerdekaan, walau dia sedang berpuasa, ternyata tak menyurutkannya untuk bertemu denganku. Kami bertemu lalu ke mall dekat dengan rumahku. Kami berjalan-jalan berkeliling mall, dari satu distro ke distro yang lain, melihat-lihat barang-barang yang diperjualbelikan di sana. Lumayan, sudah lama aku tidak cuci mata. Rasanya benar-benar menyenangkan. Dulu, sering sekali aku cuci mata ke mall hanya untuk lihat-lihat saja atau mencari barang yang akan kubeli saat aku mendapat uang lebih.
Aku lupa kalau hari itu hari libur, jelas mall sangat ramai. Apalagi menjelang buka puasa, sangat banyak orang di sana. Padahal masih jam 5 sore, food court sudah penuh. Bingung. Aku kasihan dengan pacarku, dia sedang berpuasa. Apalagi dia merintih lapar dan dia ingin buka puasa di mall. Kami pun mencari tempat duduk yang kosong. Dan ternyata ada. Di depan gerai toko penjual ayam gorang. Nyem.....
Pacarku membeli spagetti dan aku membeli nasi goreng. Kami berdua makan begitu adzan maghrib terdengar. Lumayan enak lah. Nggak sia-sia keluar uang.
Setelah makan, kami jalan-jalan lagi. Jalan-jalan keliling mall, jalan-jalan sampai kami capek. Jalan-jalan yang bikin aku senang karena sudah lama aku ingin jalan-jalan bebas seperti ini bersama dengan pacar tersayangku. Hehehehe.......
Fall Into You
4 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar