Sabtu, 26 September 2009

Berjilbab tapi belok?

Berjilbab tapi belok? Pertanyaan itu masih sangat terngiang dengan jelas dalam pikiranku. Sangat jelas malah. Ya, banyak orang mencercaku. Aku berjilbab, tapi belok. Aneh, tapi nyata. Itu aku.

Rasanya salah ketika aku memakainya(jilbab) namun aku merasa bahwa aku adalah seorang lesbian. Salah ketika aku melakukan ibadah untuk Tuhanku, namun aku masih mendekati larangannya. Tapi nyatanya aku masih melakukannya. Dan seperti yang dilihat oleh semua orang, itu aku.

Yah, jilbab seakan membelengguku. Tapi apa mau dikata. Aku sudah terbiasa dengan jilbab ini, yang sebelumnya dipaksakan oleh orang tuaku yang takut kalau aku akan menjadi seorang lesbian. Andai mereka tahu aku sudah menjadi seorang lesbian, entah apa tanggapan mereka.

Jilbab ini sudah melekat denganku. Aku sudah terbiasa. Aku mengaguminya. Tapi aku seakan mengotori artinya. Hanya karena aku seorang lesbian. Yang dikucilkan masyarakat, menjadi kaum minoritas(bahkan karena aku memakai jilbab aku termasuk kaum yang sangat minoritas), yang dilaknat oleh Tuhan.

4 komentar: