Penggemar Rahasia
Aku selalu mengamatinya. Mataku ini selalu menangkap sosoknya, bayang wajahnya dan senyum di bibirnya. Tak jemu aku memandang setiap gerak-geriknya karena aku jatuh cinta padanya. Melihatnya adalah kebahagiaan terbesarku.
Aku mengeluarkan buku besar dari laci meja belajarku. “ Seseorang yang Ada di Hatiku “ begitu yang kutulis sebagai judul buku. Aku membukanya. Ada fotoku dan Dina di halaman pertama. Kubalik lagi. Ada tulisan mengenai Dina.
Namanya Dina Astyana. Dia biasa dipanggil Dina. Tanggal lahirnya 23 September 1990. Tinggi badan 155 cm. Berat badan 45 kg. Hobbynya jalan-jalan, wisata kuliner dan foto-foto. Dia anak tunggal. Sebenarnya ingin punya adik atau kakak biar rumahnya terasa lebih ramai. Dia juga penyuka kucing dan punya seekor kucing gendut yang dinamainya Garfield.
Wajahnya yang cantik dan imut membuat para lelaki banyak yang mengejarnya. Wataknya yang supel dan ramah membuatnya disukai banyak orang. Yah, bagiku dia itu sempurna.
Aku membalik lagi halamannya.
Aku mengenalnya sejak kelas 1 SMA. Kami sama-sama terlambat dan kami sama-sama dihukum gara-gara terlambat. Aku selalu tertawa mengingat bahwa ketika kami dihukum berdiri di depan tiang bendera sambil hormat, dia pura-pura pingsan dan membuat semua panitia OSIS kelabakan. Hal yang tak terduga adalah kami ternyata sekelas. Tidak hanya itu hobby kami juga sama yaitu jalan-jalan, membuat kami begitu klop. Begitulah asal mula persahabatan kami terjalin.
Baginya, aku adalah sahabatnya yang terbaik. Mengingat kata-kata itu keluar dari bibirnya membuatku tersenyum kecut karena bagiku dia adalah belahan jiwaku.
Aku membalik lagi halamannya.
Banyak foto-foto dirinya. Foto narsisnya, foto alaminya, fotonya bersamaku, dan foto bersama teman-teman kami. Dia mungkin tak kan pernah tahu kalau aku mengumpulkan foto-foto itu. Dia mungkin tak kan pernah tahu kalau aku selalu mengamatinya. Dia mungkin tak kan pernah tahu bahwa aku mengaguminya. Dia juga mungkin tak kan pernah tahu bahwa aku mencintainya setulus hati.
Aku mengeluarkan buku besar dari laci meja belajarku. “ Seseorang yang Ada di Hatiku “ begitu yang kutulis sebagai judul buku. Aku membukanya. Ada fotoku dan Dina di halaman pertama. Kubalik lagi. Ada tulisan mengenai Dina.
Namanya Dina Astyana. Dia biasa dipanggil Dina. Tanggal lahirnya 23 September 1990. Tinggi badan 155 cm. Berat badan 45 kg. Hobbynya jalan-jalan, wisata kuliner dan foto-foto. Dia anak tunggal. Sebenarnya ingin punya adik atau kakak biar rumahnya terasa lebih ramai. Dia juga penyuka kucing dan punya seekor kucing gendut yang dinamainya Garfield.
Wajahnya yang cantik dan imut membuat para lelaki banyak yang mengejarnya. Wataknya yang supel dan ramah membuatnya disukai banyak orang. Yah, bagiku dia itu sempurna.
Aku membalik lagi halamannya.
Aku mengenalnya sejak kelas 1 SMA. Kami sama-sama terlambat dan kami sama-sama dihukum gara-gara terlambat. Aku selalu tertawa mengingat bahwa ketika kami dihukum berdiri di depan tiang bendera sambil hormat, dia pura-pura pingsan dan membuat semua panitia OSIS kelabakan. Hal yang tak terduga adalah kami ternyata sekelas. Tidak hanya itu hobby kami juga sama yaitu jalan-jalan, membuat kami begitu klop. Begitulah asal mula persahabatan kami terjalin.
Baginya, aku adalah sahabatnya yang terbaik. Mengingat kata-kata itu keluar dari bibirnya membuatku tersenyum kecut karena bagiku dia adalah belahan jiwaku.
Aku membalik lagi halamannya.
Banyak foto-foto dirinya. Foto narsisnya, foto alaminya, fotonya bersamaku, dan foto bersama teman-teman kami. Dia mungkin tak kan pernah tahu kalau aku mengumpulkan foto-foto itu. Dia mungkin tak kan pernah tahu kalau aku selalu mengamatinya. Dia mungkin tak kan pernah tahu bahwa aku mengaguminya. Dia juga mungkin tak kan pernah tahu bahwa aku mencintainya setulus hati.

eehhmmm...jadi penggemar rahasia cape yaaa...tapi mo gmn lg yaaa...nembak brani nggak? hehehheheh
BalasHapushaha iya mbak..
BalasHapuscapek bgt..
ya nggak bs nembak lah mbak,dy suka nya sama cowok bukan suka sama cewek..
yah,,tapi ntu kisah masa lalu mbak..
haha